Pakarviral.com, Selasa 19 Mei 2026, SERDANG BEDAGAI — Aroma dugaan permainan kotor mencuat dari maraknya aksi pencurian brondolan sawit di areal PTPN IV Kebun Pabatu, Kabupaten Serdang Bedagai. Aktivitas ilegal yang berlangsung nyaris setiap hari itu diduga bukan lagi aksi pencurian biasa, melainkan telah terorganisir dan disebut-sebut mendapat “perlindungan” dari oknum security provider atau perusahaan penyedia jasa keamanan yang bertugas di kawasan perkebunan milik BUMN tersebut.
Ironisnya, pencurian yang berlangsung secara terang-terangan dan masif itu seakan tak pernah benar-benar tersentuh penindakan serius. Akibatnya, kerugian produksi terus membengkak dan berdampak langsung terhadap kerugian negara.
Dari pantauan sejumlah awak media di lapangan, kondisi ini menimbulkan tanda tanya besar di tengah masyarakat. Pasalnya, di saat pengamanan seharusnya diperketat, justru muncul dugaan adanya praktik “setoran” dari para pencuri brondolan sawit kepada oknum security provider agar aktivitas mereka tetap berjalan mulus.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Tak hanya itu, para agen penampung sawit yang menjamur di sekitar areal kebun juga diduga ikut bermain aman dengan memberikan upeti kepada oknum tertentu demi menghindari jerat hukum. Modus yang digunakan pun beragam, mulai dari transaksi sembunyi-sembunyi hingga pengelabuan asal-usul hasil sawit curian.
Beberapa pencari brondolan sawit yang identitasnya dirahasiakan mengaku pernah tertangkap oleh pihak security provider. Namun alih-alih diproses secara hukum, mereka justru diminta membayar sejumlah uang dengan nominal yang disebut cukup besar.
“Kami pernah ditangkap, tapi disuruh bayar uang. Katanya kalau tidak bayar akan dibawa ke polisi,” ungkap salah seorang pencari brondolan kepada awak media.
Pengakuan tersebut semakin memperkuat dugaan adanya praktik pungli berkedok penegakan keamanan di lingkungan perkebunan.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak manajemen PTPN IV Kebun Pabatu dinilai belum menunjukkan langkah tegas terhadap dugaan kenakalan oknum security provider tersebut. Padahal, sebagai perusahaan BUMN besar yang kini berstatus regional dan membawahi sejumlah unit perkebunan lainnya, PTPN IV diharapkan mampu bersikap tegas demi menjaga aset negara dan memulihkan kepercayaan publik.
Masyarakat pun mendesak agar manajemen segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja perusahaan penyedia jasa keamanan, termasuk menindak tegas oknum yang terbukti bermain di balik maraknya pencurian brondolan sawit di Kebun Pabatu.
PENULIS:RED / TIM












