Pakarviral.com, Selasa 19 Mei 2026, Tano Tombangan – Aktivitas yang diduga tambang ilegal kembali menjadi sorotan di wilayah perbatasan Tapanuli Selatan dengan Kabupaten Mandailing Natal, tepatnya di kawasan Aek Jarum, Muara Batanggadis, hulu barat daya Desa Panabari, Kecamatan Tano Tombangan Angkola.
Warga melaporkan, sedikitnya belasan alat berat kembali masuk ke area tersebut dan mulai beroperasi, meski sebelumnya sempat dilakukan penertiban oleh aparat pada awal Maret 2026.
“Sudah enam belas, Lae… alat berat masuk lagi,” ujar seorang warga Desa Panabari berinisial H kepada wartawan, Minggu (17/5/2026), dengan nada kecewa.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Warga lainnya berinisial R juga membenarkan kondisi tersebut. Ia menyebut aktivitas di lokasi sudah kembali berjalan dalam sepekan terakhir.
“Sudah sekitar satu minggu ini bang, alat berat sudah masuk lagi,” ungkapnya.
Ekosistem Diduga Rusak, Air Sungai Keruh
Masyarakat Desa Panabari mengaku paling merasakan dampak dari aktivitas tersebut. Air sungai yang sebelumnya jernih kini berubah keruh dan berlumpur, bahkan sumber air pemandian umum yang biasa digunakan warga ikut terdampak.
Selain itu, warga menduga adanya aktivitas penebangan kayu di hulu yang memperparah kondisi lingkungan, hingga menyebabkan aliran air membawa material gelondongan saat hujan turun.
“Kalau hujan, air langsung mati dan keruh. Sudah tidak seperti dulu lagi,” keluh warga.
Klaim Mencengangkan: Disebut Ada ‘Dukungan’ Pihak Tertentu
Di tengah aktivitas yang kembali berlangsung, warga juga mengungkap adanya pernyataan dari pihak yang disebut sebagai koordinator lapangan di lokasi.
Menurut penuturan warga berinisial R, oknum tersebut sempat menyampaikan klaim bahwa kegiatan di area tersebut mendapat “dukungan dari Polda Sumut”.
“Katanya ini Polda ini,” ujar R menirukan ucapan yang ia dengar di lapangan.
Namun demikian, hingga saat ini klaim tersebut belum dapat diverifikasi kebenarannya dan masih menjadi dugaan yang berkembang di tengah masyarakat.
Sorotan Publik Menguat, Warga Pertanyakan Penegakan Hukum
Kembali maraknya aktivitas alat berat ini memunculkan tanda tanya besar di kalangan warga, terutama setelah sebelumnya sempat dilakukan penertiban oleh aparat kepolisian.
Warga menilai, jika benar telah ada tindakan sebelumnya, maka kembalinya aktivitas ini menunjukkan lemahnya pengawasan di lapangan.
Upaya Konfirmasi ke Aparat
Untuk memastikan informasi tersebut, tim wartawan mencoba melakukan konfirmasi ke Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sumut pada Senin (18/5/2026) sekitar pukul 13.00 WIB.
Namun, menurut keterangan petugas piket, pejabat yang dituju sedang berada dalam agenda rapat internal.
Hal serupa juga disampaikan oleh pihak Humas Polda Sumut. Sementara itu, dari Bidang Penmas, staf menyampaikan bahwa pejabat terkait sedang mengikuti rapat daring (Zoom meeting).
Tim kemudian bertemu dengan salah satu staf Humas bernama Fajar. Saat dikonfirmasi terkait dugaan tambang ilegal tersebut, ia menyatakan akan menyampaikan informasi itu kepada pimpinan.
“Sudah kami sampaikan ke atasan,” ujar Fajar.
Wartawan Kembali Tanpa Jawaban Pasti
Hingga proses konfirmasi selesai, tim wartawan belum berhasil mendapatkan keterangan langsung dari pejabat berwenang.
Dengan belum adanya penjelasan resmi dari pihak terkait, dugaan dan pertanyaan publik terkait aktivitas yang diduga tambang ilegal di wilayah tersebut masih belum terjawab.
Tim media menyatakan akan terus melakukan penelusuran dan mengawal perkembangan kasus ini untuk kepentingan publik.
PENULIS:RED / TIM












