Pakarviral.com, Medan — Dugaan penelantaran terhadap atlet Aquatic asal Kabupaten Deli Serdang dalam ajang olahraga di Kuala Lumpur, Malaysia, menjadi sorotan publik. Kasus ini mencuat setelah adanya aduan dari sejumlah orang tua atlet yang disampaikan kepada Ketua DPP Srikandi LSM PAKAR Indonesia.
Menindaklanjuti informasi tersebut, Redaksi Mediapakar melakukan upaya konfirmasi kepada Farhan selaku Person in Charge (PIC) Event Organizer (EO) Milenial terkait berbagai polemik dalam pelaksanaan kegiatan yang sebelumnya digelar di wilayah Deli Serdang.
Isu ini semakin menguat setelah disampaikan dalam konferensi pers di Hotel Lexus, Jalan Sisingamangaraja, Medan, yang dihadiri puluhan awak media pada Senin (29/6/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Para orang tua atlet mengaku mengalami kerugian dan kekecewaan, terutama terkait janji pembiayaan serta fasilitas selama kegiatan berlangsung di Malaysia. Mereka juga menyebut hingga kini penggantian biaya yang dijanjikan oleh pihak penyelenggara belum sepenuhnya direalisasikan.
Keluhan tersebut disampaikan langsung kepada Ketua DPP Srikandi LSM PAKAR Indonesia, Elyta Megawati. Para orang tua berharap persoalan ini dapat dikawal hingga tuntas.
Menanggapi hal itu, Elyta menyatakan pihaknya akan membawa persoalan ini ke ranah hukum apabila dalam waktu 3×24 jam sejak pemberitaan ini ditayangkan, pihak EO tidak segera menyelesaikan kewajiban pengembalian dana kepada orang tua atlet.
“Kami memberi waktu 3×24 jam. Jika tidak ada penyelesaian, maka kami akan melaporkan ke Aparat Penegak Hukum,” ujarnya kepada awak media, Rabu (8/7/2026)
Selain itu, DPP Srikandi LSM PAKAR Indonesia juga mendesak Dinas Pemuda dan Olahraga Sumatera Utara untuk turun tangan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penyelenggaraan kegiatan tersebut.
Mereka menilai para atlet yang seharusnya mendapat pembinaan dan perlindungan justru diduga mengalami perlakuan yang tidak layak, termasuk terkait konsumsi selama berada di Malaysia yang disebut hanya diberikan makanan instan.
Sementara itu, Farhan selaku PIC EO Milenial memberikan klarifikasi atas berbagai tudingan yang beredar.
Ia membantah keras dugaan keterlibatan dalam penyelundupan barang elektronik melalui atlet. Menurutnya, perangkat yang dibawanya merupakan barang pribadi dan telah melalui prosedur bea cukai.
“Tidak benar ada penyelundupan melalui atlet. Saya hanya membawa dua unit handphone pribadi dan sudah membayar bea cukai sebesar Rp500 ribu,” ujarnya.
Farhan juga mengakui adanya bantuan dana sebesar Rp12 juta dari Bupati Deli Serdang yang disebut digunakan untuk mendukung kebutuhan atlet selama kegiatan berlangsung.
Terkait pengembalian biaya kepada orang tua atlet, ia menyatakan telah melakukan pembayaran secara bertahap.
“Saya sudah mengembalikan sebagian biaya kepada orang tua atlet dengan sistem cicilan dan memiliki bukti transfer,” jelasnya.
Sebelumnya, para orang tua atlet mengungkapkan sejumlah persoalan, mulai dari mekanisme kerja sama yang dinilai tidak transparan, janji pembiayaan keberangkatan bagi peraih medali terbanyak, hingga munculnya biaya tambahan yang harus ditanggung secara mandiri, seperti pengurusan paspor, atribut kontingen, dan kebutuhan lainnya.
Selain itu, mereka juga menyoroti persoalan fasilitas selama berada di Malaysia, termasuk akomodasi, transportasi, konsumsi, hingga ketidakpastian penginapan saat tiba di lokasi kegiatan.
Atas kondisi tersebut, berbagai pihak mendesak agar Pemerintah Provinsi Sumatera Utara khususnya Dinas Pemuda dan Olahraga serta Pemerintah Kabupaten Deli Serdang mengambil langkah tegas guna memastikan perlindungan terhadap para atlet serta mengevaluasi pihak penyelenggara kegiatan.
Redaksi Mediapakar menegaskan tetap membuka ruang konfirmasi dan hak jawab bagi seluruh pihak terkait guna menjaga prinsip keberimbangan dan akurasi pemberitaan.
Hingga berita ini diturunkan, polemik tersebut masih bergulir dan menjadi perhatian publik, dengan harapan adanya penyelesaian yang transparan dan adil bagi seluruh pihak.
REDAKSI











