Walikota Medan Gagal Menertibkan Pedagang Kaki Lima, Medan Bersih – Bersih, Premanisme dan Begal.

- Penulis

Rabu, 13 Mei 2026 - 14:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


Pakarviral.com, Medan, 13 Mei 2026 — Program “Medan Bersih-Bersih” yang selama ini digaungkan Pemerintah Kota Medan kembali menuai sorotan tajam. Di balik slogan penataan kota yang digaungkan Wali Kota Medan, kondisi di lapangan justru menunjukkan sebaliknya. Pedagang kaki lima (PKL) semakin menjamur, fasilitas umum dikuasai, jalan lumpuh, hingga muncul dugaan praktik kutipan liar oleh oknum preman dan LPM setempat.

Pantauan tim investigasi di Kecamatan Medan Kota, tepatnya di Kelurahan Sidorejo II, memperlihatkan kondisi memprihatinkan. Jalan Kemiri, Jalan Tanjung Bunga, hingga Jalan Seksama nyaris lumpuh total akibat dipenuhi lapak-lapak liar yang berdiri di badan jalan.

Akses masyarakat terganggu, kemacetan terjadi setiap hari, bahkan jalur menuju sekolah dan fasilitas kesehatan ikut terdampak.
Ironisnya, kondisi tersebut seolah dibiarkan tanpa tindakan tegas dari pemerintah setempat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hal serupa juga terjadi di Kecamatan Medan Amplas, tepatnya di Kelurahan Amplas, Jalan Selambo No.20. Aktivitas PKL disebut semakin tidak terkendali hingga menutup akses umum dan fasilitas publik.

Warga menilai pemerintah kecamatan maupun kelurahan seperti kehilangan wibawa dalam melakukan penertiban.
Keluhan masyarakat pun semakin memuncak. Seorang warga berinisial AB (36), warga Tanjung Bunga, mengaku aktivitas sehari-harinya terganggu akibat kondisi tersebut.

“Kalau ngantar anak sekolah kadang harus berhenti jauh karena jalan macet total. Mau ke puskesmas juga susah, harus jalan kaki lagi. Jalan makin sempit, kendaraan susah lewat. Kami masyarakat jadi korban,” ujarnya kecewa.

Baca Juga:  Rapat Koordinasi Pimpinan Umum Media Pakar Group Digelar di Hotel Menara Lexus

Saat dikonfirmasi, Lurah Sidorejo II, Hasudungan Irwanto Malau, mengaku sudah beberapa kali memberikan teguran kepada para pedagang. Namun pengakuan tersebut justru dinilai memperlihatkan lemahnya ketegasan pemerintah.

“Saya juga manusia biasa pak. Mereka jualan cari makan. Sudah ditegur, besok datang lagi,” ucapnya.

Pernyataan itu sontak memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat: jika pemerintah kelurahan sudah menyerah, lalu siapa yang sebenarnya berkuasa di lapangan?
Lebih mengejutkan lagi, tim investigasi memperoleh informasi adanya dugaan kutipan liar terhadap para PKL dan pengusaha sekitar yang diduga dilakukan oleh oknum preman hingga melibatkan oknum LPM kelurahan. Kutipan tersebut disebut berjalan bebas dengan alasan “keamanan” dan “kepentingan lingkungan”.

Namun hingga kini, tidak ada kejelasan ke mana uang kutipan itu mengalir dan digunakan untuk apa. Saat awak media mencoba meminta penjelasan kepada pihak terkait, sejumlah oknum di kelurahan memilih bungkam.
Situasi ini semakin memperkuat dugaan bahwa ada pembiaran sistematis terhadap aktivitas PKL liar dan dugaan praktik pungutan di lapangan.

Program “Medan Bersih-Bersih” yang seharusnya menjadi simbol ketertiban kota kini justru dinilai hanya menjadi slogan tanpa realisasi nyata. Masyarakat mulai mempertanyakan keseriusan Wali Kota Medan dalam menata kota, bahkan muncul anggapan pemerintah takut bertindak terhadap oknum-oknum yang diduga mengendalikan kawasan tersebut.

Jika kondisi ini terus dibiarkan, bukan hanya wajah Kota Medan yang tercoreng, tetapi juga kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah akan semakin runtuh.

PENULIS:TIM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel pakarviral.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KLAIM ULAYAT TAPI PAKAI SKRPT PRIBADI: RONALDI TAK BISA BUKTIKAN LEGALITAS TANAH HPL, MALAH SESUMBAR DAN BLOKIR MEDIA! KAPOLRES SIAK, TANGKAP TERLAPOR!!
LAPOR POLRES SIAK!! BONGKAR SINDIKAT JUAL BELI TANAH HPL: KORBAN MERUGI HINGGA Rp85 JUTA, RONALDI HARUS SEGERA DITANGKAP!
Bobby Nasution Tinjau Banjir Letda Sujono, Penanganan Kawasan Perbatasan Didorong Segera Direalisasikan
Sudah SP 1 hingga SP 3, Empat Ruko Jalan Swadaya Akhirnya Disegel, LSM PAKAR Desak Penindakan Berlanjut
Dicopot dari Kareg BGN Sumut, Proses Pemeriksaan Tengku Agung Diminta Tetap Berjalan
Keluarga Almarhumah Winda Lorenza Gowasa Minta Ekshumasi dan Autopsi Ulang, Bantah Isu Perdamaian
Wakil Wali Kota Medan Apresiasi Prestasi Robotics dan Coding Siswa Nanyang Zhi Hui School
Rusak!! Pakai Uang Palsu Buat Belanja di Pasar Simpang Limun, Pria Asal Batubara Goll
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 08:33 WIB

KLAIM ULAYAT TAPI PAKAI SKRPT PRIBADI: RONALDI TAK BISA BUKTIKAN LEGALITAS TANAH HPL, MALAH SESUMBAR DAN BLOKIR MEDIA! KAPOLRES SIAK, TANGKAP TERLAPOR!!

Jumat, 11 September 2026 - 10:29 WIB

LAPOR POLRES SIAK!! BONGKAR SINDIKAT JUAL BELI TANAH HPL: KORBAN MERUGI HINGGA Rp85 JUTA, RONALDI HARUS SEGERA DITANGKAP!

Rabu, 9 September 2026 - 06:38 WIB

Bobby Nasution Tinjau Banjir Letda Sujono, Penanganan Kawasan Perbatasan Didorong Segera Direalisasikan

Selasa, 8 September 2026 - 06:41 WIB

Sudah SP 1 hingga SP 3, Empat Ruko Jalan Swadaya Akhirnya Disegel, LSM PAKAR Desak Penindakan Berlanjut

Rabu, 2 September 2026 - 16:05 WIB

Keluarga Almarhumah Winda Lorenza Gowasa Minta Ekshumasi dan Autopsi Ulang, Bantah Isu Perdamaian

Berita Terbaru