Seorang PNS Di Medan, Curhat Sudah 7 Bulan Kasus Ibu Tiri Yang Aniaya Anaknya Diduga Mangkrak di Meja Penyidik

- Penulis

Sabtu, 30 Mei 2026 - 06:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pakarviral.com  || Medan – Seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kecamatan Medan – Perjuangan berinisial Maryati (39) sudah melaporkan seorang ibu tiri inisial MLS yang melakukan penganiayaan kepada anak tirinya, RR yang berjenis kelamin laki-laki, 7 bulan yang lalu di Polrestabes Medan.

Saat ditanyai wartawan 28/05/2026 Maryati yang merupakan ibu korban menceritakan kronologi permasalahan yang menimpa anaknya berinisial RR itu,

“Kejadian itu, Pada senin 6 Oktober 2025 lalu sekitar pukul 07.00 wib anak saya (RR) dimana hendak mau pergi sekolah meminta izin kepada ibu tirinya yang berinisial MLS (terlapor) dengan cara mencium tangan, namun terlapor memarahi, mencubit serta memukul korban didaerah kepala sehingga mengakibatkan benjol dan lebam. kejadian ini terjadi di jalan perjuangan no 57 kelurahan sidorame timur kecamatan Medan Perjuangan kota Medan, sehingga mengakibatkan korban (RR) sakit dan trauma”

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lanjutnya ” Terlapor juga mengancam RR agar tidak mengadu kepada Ayahnya, korban juga sedang dalam pendampingan/pemeriksaan di UPT PPA provinsi sumut saat ini. Akibat dari perbuatan itu pelapor yang merupakan ibu korban membuat laporan ke Polrestabes Medan melalui Surat Tanda Penerimaan Laporan : LP/B/3451/X/2025/SPKT/Polrestabes Medan/Polda Sumatera Utara tepat nya pada tanggal 07oktober 2025″ Ucap Maryati

Perlu diketahui, Peraturan Kapolri Nomor 6 Tahun 2019 tentang Penyidikan Tindak Pidana.
Dalam aturan tersebut ditegaskan bahwa penyidik wajib: Menindaklanjuti seluruh unsur laporan yang memiliki bukti awal, Melakukan penyelidikan secara transparan dan objektif, Menyampaikan perkembangan penyidikan (SP2HP) kepada pelapor secara berkala.

Baca Juga:  Satlantas Polrestabes Medan Tutup Sejumlah Ruas Jalan, AKBP Widodo Minta Warga Bersabar!Sandy by Sandy July 2, 2026

Namun faktanya, hingga lebih dari tujuh bulan berlalu, penjelasan resmi terkait status perkara belum ada kejelasan.

“Kalau visum, saksi, dan hasil pemeriksaan Psikologi dari UPT PEMKO MEDAN sudah ada, tidak ada alasan bagi penyidik untuk mengabaikan unsur kekerasan aniaya anak di bawah umur Ini bukan perkara kecil, ini menyangkut perlindungan Hak dan anak,”

“Sikap penyidik yang seolah menunda-nunda penanganan perkara kekerasan anak di bawah umur memunculkan dugaan adanya praktik “main diam” di internal Satreskrim Polrestabes medan Kasus yang seharusnya mendapat perhatian cepat justru membeku di meja penyidik tanpa progres”.tambah Maryati kepada wartawan

Pada, UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas undang-undang no23 tahun 2002 perlindungan anak menegaskan bahwa setiap laporan kekerasan anak wajib ditindaklanjuti tanpa mediasi dan tidak dapat dihentikan begitu saja.

Kasus Maryati menjadi potret nyata bagaimana hukum bisa membeku ketika empati dan profesionalitas aparat menghilang. Tujuh bulan menunggu tanpa kepastian bukan sekadar bentuk kelambanan, tapi pengkhianatan terhadap semangat Polri Presisi yang menjanjikan perlindungan bagi masyarakat tanpa pandang bulu.

Awak media mencoba mengkonfirmasi penyidik Bripda Gracella 30/05/2026 Namun penyidik “bungkam” Sementara itu awak media juga mengkonfirmasi Kapolrestabes Medan Kombes Pol. Dr. Jean Calvijn Simanjuntak, S.I.K., M.H.juga Bungkam diduga Sudah saling berkoordinasi dengan penyidik untuk tutup mata.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel pakarviral.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KLAIM ULAYAT TAPI PAKAI SKRPT PRIBADI: RONALDI TAK BISA BUKTIKAN LEGALITAS TANAH HPL, MALAH SESUMBAR DAN BLOKIR MEDIA! KAPOLRES SIAK, TANGKAP TERLAPOR!!
LAPOR POLRES SIAK!! BONGKAR SINDIKAT JUAL BELI TANAH HPL: KORBAN MERUGI HINGGA Rp85 JUTA, RONALDI HARUS SEGERA DITANGKAP!
Bobby Nasution Tinjau Banjir Letda Sujono, Penanganan Kawasan Perbatasan Didorong Segera Direalisasikan
Sudah SP 1 hingga SP 3, Empat Ruko Jalan Swadaya Akhirnya Disegel, LSM PAKAR Desak Penindakan Berlanjut
Dicopot dari Kareg BGN Sumut, Proses Pemeriksaan Tengku Agung Diminta Tetap Berjalan
Keluarga Almarhumah Winda Lorenza Gowasa Minta Ekshumasi dan Autopsi Ulang, Bantah Isu Perdamaian
Wakil Wali Kota Medan Apresiasi Prestasi Robotics dan Coding Siswa Nanyang Zhi Hui School
Rusak!! Pakai Uang Palsu Buat Belanja di Pasar Simpang Limun, Pria Asal Batubara Goll
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 08:33 WIB

KLAIM ULAYAT TAPI PAKAI SKRPT PRIBADI: RONALDI TAK BISA BUKTIKAN LEGALITAS TANAH HPL, MALAH SESUMBAR DAN BLOKIR MEDIA! KAPOLRES SIAK, TANGKAP TERLAPOR!!

Jumat, 11 September 2026 - 10:29 WIB

LAPOR POLRES SIAK!! BONGKAR SINDIKAT JUAL BELI TANAH HPL: KORBAN MERUGI HINGGA Rp85 JUTA, RONALDI HARUS SEGERA DITANGKAP!

Rabu, 9 September 2026 - 06:38 WIB

Bobby Nasution Tinjau Banjir Letda Sujono, Penanganan Kawasan Perbatasan Didorong Segera Direalisasikan

Selasa, 8 September 2026 - 06:41 WIB

Sudah SP 1 hingga SP 3, Empat Ruko Jalan Swadaya Akhirnya Disegel, LSM PAKAR Desak Penindakan Berlanjut

Rabu, 2 September 2026 - 16:05 WIB

Keluarga Almarhumah Winda Lorenza Gowasa Minta Ekshumasi dan Autopsi Ulang, Bantah Isu Perdamaian

Berita Terbaru